Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kunci Jawaban dari Cerita Rakyat "Asal Mula Bukit Catu"

  Edu - Hallo Anak - anak semua, kali ini kita akan belajar materi yang ada di buku siswa. Dan edu akan berikan contoh Kunci Jawaban dari Cerita Rakyat Asal Mula Bukit Catu".

materi dan Contoh jawaban dalam postingan ini bisa dijadikan acuan dan mendampingi belajar buat ayah dan bunda dirumah. Semua bersumber dari buku siswa. terimakasih ayah bunda dan anak - anaku semua.

Bali merupakan sebuah pulau yang berada di sebelah timur Pulau Jawa. Seperti daerah lainnya, Bali juga memiliki cerita rakyat yang dapat kita ambil pelajarannya. Cerita rakyat tersebut mengisahkan tentang asal mula bukit catu. Ayo kita ceritanya.

Bacalah cerita berikut.

Asal Mula Bukit Catu



Di pedalaman Pulau Bali, terdapat sebuah desa yang subur. Di sana, tinggal sepasang suami istri. Mereka bekerja sebagai petani. Menjelang musim panen, Si suami berkata kepada istrinya.

“Jika nanti hasil panen kita melimpah, buatlah tumpeng nasi yang besar. Kemudian, undanglah tetangga untuk makan bersama.”

Istrinya pun setuju. Kedua suami istri itupun berharap panen mereka melimpah.

Tak lama kemudian, harapan mereka terkabul. Si Istri menyiapkan tumpeng nasi dan mengundang seluruh penduduk desa untuk makan bersama.

Menjelang musim panen berikutnya, Si suami berkata lagi kepada istrinya

“Semoga panen kita lebih banyak lagi, kalau bisa tiga kali lipat dari sebelumnya. Jika harapanku terkabul, buatkanlah tiga tumpeng nasi yang lebih besar dari sebelumnya.”

Kemudian, Si Istri membuat tiga tumpeng dan mengundang seluruh penduduk desa untuk berpesta kembali.

Beberapa hari kemudian, Si suami pergi ke sawah. Dalam perjalanan, ia melihat seonggok tanah yang berbentuk seperti catu. Catu adalah alat penakar nasi yang terbuat dari tempurung kelapa.

“Hmmm, aneh sekali. Sepertinya kemarin gundukan tanah ini tidak ada,” gumam Si suami.

Setelah pulang dari ladang, ia bercerita kepada istrinya. Kemudian, ia mengajukan usul kepada istrinya.

“Istriku, bagaimana kalau kita membuat beberapa catu nasi? Siapa tahu, kalau kita membuatnya, hasil panen kita akan semakin melimpah.”

Sejak saat itu, Si istri rajin membuat catu nasi. Setiap catu nasi yang dibuatnya, ia niatkan untuk menambah hasil panennya.

Namun, ada keanehan yang terjadi. Saat pergi ke sawah, onggokan tanah yang ia temukan sebelumnya semakin membesar. Rupanya, setiap Si istri membuat catu nasi, saat itu pula onggokan tanah membesar.

Sepasang suami istri itu pun tak menyadarinya. Bahkan, Si istri membuat catu nasi yang lebih besar setiap harinya. Lama-kelamaan, onggokan tanah itu berubah menjadi sebuah bukit. Setelah Si petani dan istrinya berhenti membuat catu nasi, onggokan tanah itu pun juga berhenti membesar. Sejak saat itu, onggokan tanah itu disebut dengan Bukit Catu.

Disadur dari: Dian. K, 100 Cerita Rakyat Nusantara, Jakarta, Bhuana Ilmu Populer, 2016.

 

Dalam cerita tersebut terdapat tiga tokoh. Tokoh merupakan pelaku dalam cerita. Tokoh merupakan salah satu unsur pembangun cerita. Tokoh mengemban peristiwa dalam cerita sehingga peristiwa tersebut mampu terjalin sebagai cerita. Selain itu, tokoh berfungsi sebagai pembawa pesan, amanat, moral atau sesuatu yang ingin disampaikan pengarang.

Jawablah pertanyaan berikut. Kemudian, bacakan hasil tulisan jawabanmu di depan kelas.

1.       Siapa tokoh dalam cerita berjudul ”Asal Mula Bukit Catu”?

Tokoh dalam cerita tersebut adalah suami, istri, dan penduduk desa

2.       Apa saja peranan tokoh dalam cerita tersebut?

Tokoh mengemban peristiwa dalam cerita sehingga peristiwa tersebut mampu terjalin sebagai cerita. Selain itu, tokoh berfungsi sebagai pembawa pesan, amanat, moral atau sesuatu yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca

3.       Apa pesan yang terdapat pada cerita tersebut?

Pesan yang terdapat pada cerita tersebut adalah kita harus selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan Tuhan. Ketika kita bersyukur maka Tuhan akan memberikan kenikmatan yang lebih lagi dari sebelumnya. Kita juga tidak boleh sombong atas apa yang kita miliki.


Dari cerita "Asal Mula Bukit Catu" kita dapat belajar bahwa jika kita bersyukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan, maka Tuhan akan memberikan balasan yang lebih banyak dan lebih baik lagi dari apa yang diberikan sebelumnya. Cara kita bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan salah satunya adalah menyisihkan apa yang kita miliki kepada orang lain atau orang yang membutuhkan.

Semoga bermanfaat ya..

Posting Komentar untuk "Kunci Jawaban dari Cerita Rakyat "Asal Mula Bukit Catu""